Powered by Blogger.
Showing posts with label Auto Tips. Show all posts
Showing posts with label Auto Tips. Show all posts

Tips Berkendara di Saat Hujan

Tuesday, May 1, 2012

Home > Auto Tips > Tips Berkendara di Saat Hujan


Tips Berkendaraan di saat hujan :

FORD Motor Indonesia kembali menggelar program keselamatan berkendara bertajuk 'Ford Driving Skill For Life' (Ford DSFL) untuk yang kelima kalinya di Indonesia. Selain membarikan pengetahuan berkendara yang baik dan benar, mereka juga mengeluarkan berbagai tips yang salah satunya untuk berkendara di saat hujan.

- Sebelum Anda bepergian, periksalah rem, kemudi, level cairan pada perangkat aki jika menggunakan aki basah, cairan radiator/radiator coolant, oli/pelumas/ dan cairan penyemprot wiper. Selain itu periksa juga tekanan dan kedalaman kembangan ban agar Anda siap jika menghadapi hujan deras.

- Simpan kotak emergency di dalam mobil Anda. Paket emergency dapat memenuhi kebutuhan darurat Anda karena dilengkapi dengan senter, sekering, pompa, air, perlengkapan PPPK (first aid) dan perlengkapan lainnya yang sangat diperlukan ketika menemui situasi darurat.

- Berhati-hatilah saat berkendara. Perhatikan kecepatan kendaraan Anda. Mengemudi pada kecepatan tinggi tidak diperlukan di musim hujan. Genangan membuat jalan menjadi licin dan mudah menyebabkan pengendara hilang kendali.

- Nyalakan lampu depan kendaraan Anda ketika hujan. Cahaya lampu dapat membantu pengelihatan Anda dan membantu pengendara lain mengetahui keberadaan Anda dari jarak yang cukup jauh.

- Hindari rem mendadak. Injaklah rem perlahan-lahan sehingga ban tidak mudah tergelincir. Jika Anda menginjak rem hingga limit, ada kemungkinan kendaraan akan selip dan sulit dikendalikan. Lakukan pengereman secara bertahap sebelum bener-benar berhenti.

- Mengemudi dengan hati-hati dan jagalah jarak aman dengan kendaraan di depan. Jika jalan basah, Anda akan butuh lebih banyak waktu dan jarak untuk bereaksi terhadap bahaya. Hindari berkendara di belakang kendaraan besar. Cipratan air akan mengganggu pengelihatan Anda.

- Hindari genangan air di jalan. Anda tidak pernah tahu berapa dalam genangan air tersebut. Jika Anda menghajar genangan pada kecepatan tinggi dan terdapat lubang yang dalam, dapat menyebabkan kerusakan pada bumper atau radiator.

- Selalu waspada dengan tanda-tanda berhenti atau hambatan yang merintangi jalan. Jangan pernah melewati banjir  jika Anda belum mengenal kondisinya. Carilah alternatif jalan lainnya.

- Mengemudi perlahan ketika melewati banjir. Jangan melewati banjir jika Anda tidak dapat melihat seberapa dalam genangannya. Hentikan kendaraan terlebih dahulu apakah ketinggian air masih dalam batas aman untuk kendaraan Anda sebelum memasuki banjir. Jika air sudah mencapai batas pintu bawah, sebaiknya jangan diteruskan.

- Ketika Anda terjebak di lumpur, pindahkan ke gigi satu atau dua dan tekan gas perlahan> Jangan tekan pedal gas berlebihan karena roda akan selip dan terbenam makin dalam.

- Pindah ke gigi rendah secara tiba-tiba dalam kondisi hujan sangat membahayakan. Perubahan kecepatan roda secara mendadak di jalan licin dapat menyebabkan kendaraan slip. Anda dapat kehilangan kontrol dan dapat memicu kecelakaan.      

sumber :
http://www.mediaindonesia.com/mediaoto/index.php/read/2012/04/16/4146/9/Tips-Berkendara-di-Saat-Hujan

Menghidupkan Mobil Mogok dengan Dongkrak dan Tambang

Monday, November 14, 2011

Home > Auto Tips > Menghidupkan Mobil Mogok dengan Dongkrak dan Tambang


APA yang Anda bisa lakukan ketika mobil mogok akibat baterai (aki) lemah di tempat yang tidak mungkin untuk mendorongnya? Tayangan di YouTube ini mungkin bisa menjawab pertanyaan tadi.

Dua pria Russia ini punya trik jitu mengatasi masalah tersebut. Mereka menyiasatinya dengan cara mendongkrak salah satu roda depan, memutar kunci kontak pada posisi on, lalu memasukkan persneling ke gigi 2.

Setelah itu mereka melilitkan tali pada ban dan menariknya kuat-kuat seperti proses menghidupkan mesin generator. Dan ajaibnya, cara ini sukses. Namun sebelum Anda mencoba menirunya, kami ingin memberikan sejumlah catatan penting terkait faktor keamanannya.

Karena cara ini bukan tidak berisiko, maka pastikan posisi kendaraan cukup kukuh saat salah satu roda diangkat dengan dongkrak. Aktifkan rem parkir (rem tangan) agar kendaraan tidak mudah bergeser. Pastikan juga bagian tali/tambang yang Anda gunakan untuk melilit ban tidak terlalu panjang.

Tujuannya agar tambang mudah terlepas begitu mesin hidup. Jika tidak, dikhawatirkan tangan mudah terluka akibat sentakan putaran mesin, bahkan yang lebih parah lagi, Anda bisa tertarik dan terhempas akibat tali yang melilit ban tersebut tergulung pada ban yang berputar.

Untuk catatan: Cara ini tidak berlaku untuk kendaraan roda empat bertransmisi otomatis. Selain itu, solusi ala MacGyver ini akan cukup berat dilakukan pada kendaraan yang memiliki mesin dengan jumlah silinder lebih dari empat. Kecuali Anda memiliki kekuatan seperti Hulk.

Klik di http://www.youtube.com/watch?v=xwdNPbCcPzk
sumber :
http://www.mediaindonesia.com/mediaoto/index.php/read/2011/10/21/3389/9/Menghidupkan-Mobil-Mogok-dengan-Dongkrak-dan-Tambang

Kiat Atasi Noda Kotoran Burung pada Cat Mobil

Home > Auto Tips > Kiat Atasi Noda Kotoran Burung pada Cat Mobil


MUSIM kemarau umumnya menghadirkan situasi dilematis bagi pemilik kendaraan roda empat. Parkir di bawah terik matahari langsung membuat suhu interior panas, sementara jika dibawah pohon rindang, kita khawatir cat rusak terkena kotoran burung.

Sudah lama diyakini, asam yang terdapat pada kotoran burung dapat menyebabkan kerusakan parah pada permukaan cat kendaraan. Namun sebuah penelitian yang dilakukan oleh AutoGlym di Inggris mengungkapkan bahwa sebenarnya kerusakan cat bukan disebabkan oleh kotoran burung secara langsung. Ia hanya bagian kecil saja dari sebuah masalah.

'Oknum' yang sesungguhnya harus bertanggung jawab adalah sinar matahari. Radiasi cahaya yang dipancarkan membuat cat panas dan memuai bersama kotoran burung. Sinar matahari juga membuat kotoran burung menjadi mengeras ketika mengering.

Ketika matahari terbenam, permukaan cat kendaraan menjadi dingin dan menyusut, terbentuklah bekas disekeliling kotoran burung yang sulit hilang akibat adanya perbedaan karakter antara cat dan kotoran burung saat menyusut akibat proses pendinginan.

Oleh karena itu, ketika burung sudah melakukan 'bisnis'-nya di atas kendaraan Anda, hal yang harus dilakukan adalah sesegera mungkin membersihkan kotoran tersebut. Kain basah adalah senjata ampuh untuk membantu melakukan hal itu.

Untuk menghindari hal itu sebaiknya lindungi mobil Anda dengan penutup khusus mobil (car cover) di tempat yang teduh. Pasalnya, car cover juga bisa menimbulkan masalah lain jika digunakan untuk menutupi kendaraan yang tengah terjemur panas matahari.

Pola jalinan serat kain dari material car cover yang menempel pada bodi kendaraan dapat 'tercetak' pada cat yang memuai dan menjadi lunak akibat panas. Ketika menjadi dingin pola tersebut akan sulit dihilangkan karena sifatnya berubah menjadi permanen. (OL-07)

sumber :
http://www.mediaindonesia.com/mediaoto/index.php/read/2011/10/01/2594/9/Kiat-Atasi-Noda-Kotoran-Burung-pada-Cat-Mobil

Menjaga Jarak Aman

Thursday, October 27, 2011

Home > Auto Tips > Menjaga Jarak Aman


KITA sering mendengar terjadinya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan banyak kendaraan (tabrakan beruntun). Baik antar sesama pengendara sepeda motor, sesama mobil atau antara mobil dan motor.

Kecelakaan lalu lintas itu disebabkan banyak faktor. Bisa karena jarak antar kendaraan yang terlalu dekat, rem blong atau tidak pakem, maupun kekurang hati-hatian dan ketidakwaspadaan pengendara dan pengemudi.

Dari semua itu, menjaga jarak antara kendaraan menjadi bagian sangat penting. Sebab, dengan menjaga jarak yang aman antara kendaraan di depan dan belakang, maka risiko terjadi kecelakaan, semaksimal mungkin bisa dihindarkan.

Jarak aman adalah jarak yang harus diambil oleh pengendara di belakang kendaraan di depannya, agar pengendara masih dapat melakukan antisipasi bila terjadi suatu hal yang sifatnya mendadak, tanpa membahayakan pengguna jalan lain.

Menjaga jarak aman sangat penting untuk menghindari bahaya kecelakaan atau tabrakan beruntun. Lalu, berapa jarak aman yang harus diperhatikan oleh pengendara sepeda motor dan pengemudi mobil?

Jarak aman yang harus diambil, tergantung kondisi kendaraan atau situasi jalan itu sendiri, misal keadaan gerimis yang menyebabkan jalan lebih licin. Sebagai pedoman sederhana untuk mengambil jarak aman ini dapat dilihat dari kecepatan kendaraan yang sedang dijalankan.

Misalnya saja, jika kendaraan sedang berjalan dengan kecepatan 70 kilometer per jam, maka jarak aman yang harus diambil setidaknya adalah 70 meter. Demikian juga jika dalam kecepatan 100 kilometer per jam, jarak yang harus dijaga adalah 100 meter.

Lalu bagaimana mengatasi agar kecelakaan bisa dihindari? Jika ingin berpindah jalur, pastikan jarak keadaan dibelakang dan di depan benar-benar aman. Nyalakan lampu isyarat, bergeraklah pada saat yang tepat dengan gerakan tidak memotong. (RO/OL-07)

mediaoto

Untung Ada Kompresor Mini di Mobil

Home > Auto Tips > Untung Ada Kompresor Mini di Mobil


DALAM perjalanan menuju Cilacap, ban sebelah kiri mobil yang kami kendarai tiba-tiba kempis entah terkena apa. Setelah diperiksa, sebatang paku berukuran sedang nampak tertancap dengan sukses di tapak ban.

Ketika mencoba mencabutnya, terdengar suara desis angin yang masih tersisa di dalam ban. Berarti ini bukan pilihan bijak. Karena kalau dicabut lubang semakin besar.

Masalahnya lagi, saya lupa memeriksa ban cadangan yang kondisinya sudah tidak bertekanan lagi. Untungnya kami selalu membawa kompresor mini yang sudah setia menemani perjalanan selama lebih dari satu setengah tahun lalu di bagasi.

"Hmm...Akhirnya tidak sia-sia membeli perangkat ini seharga sekitar Rp600 ribuan," bathin ku.

Sengaja waktu itu membeli yang sedikit mahal karena melihat bentuk fisiknya yang nampak 'profesional' dengan harapan lebih awet. Meskipun tersedia pilihan dari yang harganya mulai Rp150 ribuan dan seterusnya.

Setelah stekernya ditancapkan ke lubang lighter alias pemantik rokok, ban bermasalah tadi kami pompa. Cukup lama memang dengan pompa mini portabel seukuran ini. Namun itu cukup melegakan karena ban mulai menunjukkan tanda-tanda terisi angin.

Kami juga bisa mamantau tekanannya lewat indikator jarum yang terdapat pada bodi pompa meskipun cukup sulit dilihat karena kebetulan peristiwa itu terjadi saat larut malam.

Setelah menunjukkan angka 35 psi, kami kembali berkemas untuk melanjutkan perjalanan sambil berharap menemukan bengkel tambal ban.

Setiap berjalan 10 km, kami berhenti untuk memeriksa tekanannya yang hanya turun sedikit. Untung paku tidak langsung dicabut. Kalau tidak, angin dengan bebas keluar dari lubang. Satu lagi keuntungan menggunakan ban tubeless.

Rupanya sepanjang perjalanan, kami tidak menemui satu pun tukang tambal ban. Mungkin mereka sudah terlena dinginnya malam karena kebetulan baru saja turun hujan hingga akhirnya kami tiba di tempat tujuan.

Esok harinya, kami kembali memeriksa kondisi ban yang tekanannya sudah mulai berkurang. Kompresor mini kembali beraksi dan setelah tanya sana-sini, kami jalankan kembali kendaraan menuju bengkel tambal ban yang tadi ditunjukkan oleh kerabat kami.

Rupanya bengkel yang dimaksud merupakan bengkel tambal ban kecil dengan peralatan seadanya. Memang hanya itu yang kami butuhkan. Beda kalau kami tidak menggunakan ban tubeless yang umumnya harus di-balance ulang setiap habis penambalan.

Pasalnya penambalan ban tubeless tidak perlu melepas ban dari veleknya sehingga posisi ban terhadap velek tidak berubah. Bahkan kita tidak perlu melepas ban dari mobil untuk menambalnya, kecuali memang diperlukan. Risiko mobil bergetar nyaris tidak ada.

Nah, karena musim mudik sudah dekat, apa salahnya menyisihkan dana untuk melengkapi perkakas kendaraan Anda dengan kompresor mini bertenaga listri DC 12 volt ini, sehingga Anda dan keluarga tidak terganggu ritual mengganti ban ketika terjadi kebocoran. Praktis kan? (OL-07)

mediaoto

Tips Seputar Ban dari Bridgestone

Home > Auto Tips > Tips Seputar Ban dari Bridgestone


DALAM kegiatan Kampanye Keselamatan Ban (Tire Safety Campaign) yang digelar oleh PT Bridgestone Tire Indonesia (BSI), produsen ban ini mengajak setiap pengendara untuk selalu mengecek kondisi bannya secara teratur.

Kampanye ini menekankan pada langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan para pengendara roda empat atau lebih untuk memastikan ban kendaraan mereka berada dalam keadaan layak pakai.

Riset menunjukkan, para pengendara lebih menempatkan masalah kelaikan pakai ban pada urutan kedua setelah fungsi rem dan hanya sepertiga dari seluruh pengguna kendaraan yang rutin melakukan pengecekan secara benar terhadap tekanan udara pada ban.

Tekanan udara yang tidak sesuai pada ban dapat menyebabkan beragam masalah, mulai dari kepincangan dan keausan ban hingga kerusakan struktur ban. Kurangnya tekanan angin pada ban juga dapat mempengaruhi kinerja ban, termasuk boros bahan bakar.

Seiring dengan meningkatnya kegiatan yang dilakukan dengan kendaraan, perhatian dan perawatan ban juga harus ditingkatkan, demikian menurut pakar keselamatan ban dari PT Bridgestone Tire Indonesia.

"Memeriksa tekanan angin/udara sesuai standar kendaraan masing-masing serta cek fisik kembangan/tapak ban adalah salah satu cara paling penting dan mudah dari cara merawat ban," himbau Presiden Direktur BSI Hirotaka Migita.

"Hanya butuh waktu sebentar untuk melakukannya dan menggunakan peralatan sangat sederhana. Para pengendara dapat melakukannya sendiri, atau staf berpengalaman kami di ritel outlet Bridgestone Authorized Toko Model (TOMO) dapat membantunya," tambahnya.

Kampanye Keselamatan Ban (Tire Safety Campaign) yang diselenggarakan di seluruh ritel outlet TOMO memberikan layanan edukasi dan konsultasi gratis tentang fungsi ban, pentingnya menjaga tekanan ban serta memeriksa kelayakan kembangan/tapak ban.

Bridgestone menganjurkan para pengendara memeriksa tekanan ban sekurang-kurangnya sebulan sekali atau sebelum melakukan perjalanan jauh. Sesuaikan tekanan sesuai yang tertera di balik pintu mobil atau buku manual, bukan batas maksimum yang tertera pada ban.

Selain menjaga tekanan udara yang sesuai, menurut Migita, cara lain yang dapat dilakukan oleh konsumen untuk menghemat bahan bakar adalah dengan memilih ban terbaru Bridgestone ECOPIA yang sudah tersedia di seluruh ritel outlet TOMO.

ECOPIA memberi kontribusi kepada lingkungan dengan menyediakan daya tahan putaran optimal yang diterjemahkan ke dalam konsumsi bahan bakar yang lebih ekonomis dan emisi CO2 yang lebih rendah. (OL-07)

mediaoto

Sekilas Fungsi Tutup Radiator

Home > Auto Tips > Sekilas Fungsi Tutup Radiator


MELIHAT bentuknya yang sederhana dan harganya yang murah, terkadang kita meremehkan peranan tutup radiator. Padahal ini adalah salah satu komponen penting pada sistem pendingin mesin kendaraan.

Secara substansial, fungsi alat ini memang untuk menutup lubang pengisian air radiator (coolant). Namun jika diteliti lebih jauh, ia memiliki peranan lain yang tak kalah pentingnya, yaitu menjaga tekanan cairan sistem pendingin mesin lewat pengaturan sirkulasi air yang mengalir dari dan menuju tabung reservoir.

Sejatinya, air akan mendidih ketika temperaturnya mencapai 100 derajat selsius pada tekanan 1 atmosfir. Untuk mencegah hal itu maka tekanan dalam radiator dinaikkan melebihi tekanan udara di sekitarnya sehingga titik didih air meningkat pada suhu yang lebih tinggi.

Gunanya adalah untuk mengantisipasi kegagalan atau ketidaksempurnaan fungsi sistem pendinginan tersebut. Sehingga saat suhu air melewati 100 derajat selsius tidak langsung mendidih. Dalam hal ini tutup radiator berfungsi sebagai pengatur tekanan di dalam radiator dan ruang sistem pendinginan mesin.

Pada tutup radiator selain memiliki penyekat untuk mencegah cairan coolant keluar, terdapat juga dua buah katup untuk tekanan tinggi dan katup vakum tekanan rendah yang memiliki fungsi penting. Katup tekanan tinggi berfungsi sebagai pengatur tekanan. Tekanan coolant yang berlebih akibat panas mesin akan mendorong pegas katup sehingga cairan pendingin tersebut keluar menuju tabung reservoir.

Ketika coolant menjadi dingin baik saat mesin dimatikan atau terlepas kalornya oleh sirip radiator maka terjadi kevakuman di dalam tabung radiator karena tekanan dalam radiator lebih rendah dari tekanan udara di sekitarnya. Akibatnya katup tekanan rendah terbuka yang membuat air dari tabung reservoir terhisap kembali ke dalam radiator.

Proses ini berlangsung berulang-ulang yang membuat tekanan dan volume air dalam radiator selalu terjaga dengan stabil.

Nah setelah mengetahui fungsinya maka sebaiknya segera ganti tutup radiator setelah terdeteksi ada kerusakan yang mengakibatkan kebocoran. Sebaiknya jangan sekali-kali mencoba 'mengakali' dengan mengganjal atau menambahkan karet ketika tutup radiator mulai bocor.

Pemilik kendaraan dianjurkan memperhatikan dan menjaga ketinggian air pada tabung reservoir dan tidak disarankan untuk sering-sering membuka tutup radiator, terutama pada mobil-mobil Eropa. (OL-07)

mediaoto

Cek Spooring Sehabis Mudik

Thursday, June 16, 2011

Home > Auto Tips > Cek Spooring Sehabis Mudik


my.is

BAGI para pemudik yang baru saja melesaikan perjalanan silaturahminya ke sanak keluarga di kampung halaman, sebaiknya segera memeriksa keselarasan roda-roda kendaraan. Apalagi jka perjalanan yang Anda tempuh memiliki jarak cukup jauh dengan kondisi jalan yang rusak.

Kondisi jalan di luar kota memang sulit diprediksi. Kami pernah melakukan perjalanan beberapa tahun yang lalu menuju Yogyakarta via jalur selatan. Kondisi jalannya saat itu benar-benar memaksa kita harus tetap waspada.

Bukan karena kondisi jalannya yang rusak berat, tetapi justru karena kondisi jalannya sangat mulus, tetapi sesekali diselingi dengan lubang-lubang besar menganga yang kerap menjebak. Situasi seperti ini mungkin ditemui juga saat Anda mudik beberapa waktu lalu sehingga sesekali kendaraan kita menghantam lubang dengan keras.

Untuk kendaraan jenis SUV dengan ban berprofil tebal, mungkin kejadian itu bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan. Namun bagi kendaraan jenis sedan dengan ban berprofil tipis dapat mengakibatkan kerusakan pada sambungan-sambungan sistem kemudi, seperti tie rod maupun ball joint. Terlebih jika hal itu terjadi pada kecepatan tinggi.

Hantaman yang keras bisa mengakibatkan berubahnya sudut-sudut keselarasan roda yang ditandai dengan gerakan arah kendaraan yang cenderung membuang hanya ke salah satu sisi, bahkan kedua belah sisi. Kalau sudah begini berarti kerusakan lumayan parah.

Agar kerusakan tidak merambat ke bagian lain, sebaiknya Anda segera memeriksakan kondisi komponen sambungan-sambungan setir, roda dan sekaligus memeriksa keselarasannya. Jika didiamkan maka tidak hanya mengurangi kenikmatan berkendara, tetapi juga cukup berbahaya serta dapat memperpendek usia pakai ban.

Untuk melakukan perbaikan ini, selain ke bengkel resmi, Anda bisa menyambangi bengkel-bengkel spooring. Umumnya bengkel-bengkel spooring besar memiliki alat-alat yang cukup canggih untuk bisa mendeteksi dan memperbaiki keselarasan roda.

Meskipun demikian, tak ada salahnya anda menanyakan kepada petugas atau montir yang menangani peralatan canggih tersebut tentang kapan terakhir alat spooring mereka menjalani kalibrasi ulang. Pasalnya, alat ini juga wajib dikalibrasi secara teratur agar pengukurannya tetap akurat. (OL-07)

Mediaoto/MI

Haruskah Segera Ganti Oli Usai Mudik?

Home > Auto Tips > Haruskah Segera Ganti Oli Usai Mudik?


kaskus.us

USAI menjalani ritual mudik, biasanya para pemilik kendaraan bermotor terfokus perhatiannya untuk segera melakukan pengecekan kendaraan dan terpikir pertama kali adalah mengganti oli. Karena hampir semua pemudik berpikir yang sama, membuat waktu kunjungan ke bengkel secara tak sengaja terjadi secara berbarengan sehingga terjadi antrean.

Oleh karena itu, daripada menghabiskan dan membuang waktu di bengkel yang seharusnya tak perlu dilakukan segera, ada baiknya mengetahui sendiri seberapa mendesakkah penggantian pelumas kendaraan Anda saat usai melakukan perjalanan mudik.

Perjalanan luar kota umumnya membuat mesin kendaraan bekerja lebih ringan, meskipun jarak tempuh terasa jauh. Kecuali jika sepanjang perjalanan Anda kerap menemui titik-titik kemacetan yang parah.

Jika perjalanan lancar, secara otomatis putaran mesin relatif lebih stabil. Hal ini bisa ditandai dengan frekuensi pemindahan gigi transmisi yang sangat rendah karena pada jalan yang lancar membuat pengendara bisa berlama-lama menggunakan gigi tertinggi.

Kondisi seperti itu membuat beban mesin menjadi berkurang. Suhu mesin pun menjadi jauh lebih stabil dan terkontrol dengan baik. Alhasil, beban kerja pelumas pun lebih ringan sehingga masih bisa dipergunakan hingga batas usia pakainya yang umumnya ditandai dengan jarak tempuh.

Sebenarnya kurang tepat memegang pedoman penggantian oli menggunakan jarak tempuh. Karena jika kendaraan kerap menghadapi kemacetan seperti yang biasa kita saksikan pagi hari di ruas tol yang menuju pusat kota, odometer jarak tempuh akan berputar sangat lamban. Padahal dengan kondisi itu, mesin bekerja lebih berat dibanding saat kendaran meluncur jauh ke luar kota dengan kondisi lancar.

Pada kondisi macet total seoerti itu, pengendara akan menaikkan intensitas sistem penyejuk (AC) untuk meredam panas udara luar yang disumbang oleh sengatan matahari, pelepasan panas mesin dari kendaraan lain serta meredam emosi psikologis yang timbul akibat stress.

Akibatnya, selain tambahan dari kompresor AC, beban mesin semakin kritis karena ia sendiri harus mengeluarkan lagi tenaganya untuk memutar alternator agar memberikan listrik ekstra ke aki yang tersedot listriknya untuk memutar blower evaporator dan kondensor AC plus kipas pendingin radiator mesin. Padahal jika perjalanan lancar, kipas radiator dan blower kondesnor tak perlu aktif karena sudah diambil alih oleh aliran udara alami dari luar.

Jika Anda kerap menjalani kondisi seperti di atas tadi, sebaiknya tidak berpatokan pada jarak tempuh. Kita bisa meniru sistem penentu penggantian pelumas pada bus atau genset yang menggunakan perhitungan berdasarkan jam operasional mesin.

Ini memang akan sedikit merepotkan. Untuk memudahkannya, Anda bisa mengira-ngira kapan waktu yang tepat dengan melakukan penggantian oli 1/4 atau 1/2 kali lebih awal dibanding biasanya tergantung seberapa parah kemacetan yang kerap dijalani.Misalnya jika produsen pelumas menganjurkan hingga 10.000km maka kita bisa menggantinya pada 7.500 atau 8.000km.

Namun Anda juga tak perlu khawatir jika terpaksa juga melewati batas ini, karena umumnya produk pelumas moderen dan bermutu telah membekali oli buatannya dengan berbagai aditif yang mampu menanggulangi kondisi ekstrem.

Jadi, selain memperhatikan dan mengganti oli secara teratur, gunakanlah produk pelumas berkualitas tinggi, sementara untuk menentukan spesifikasinya, Anda bisa mengetahui dengan membaca manual book kendaraan.

Sekarang Anda bisa memperkirakan sendiri apakah harus segera mengganti oli dengan risiko antrean panjang, atau menundanya hingga saatnya benar-benar tepat untuk itu. Kecuali jika kendaraan Anda memang harus ke bengkel untuk memeriksakan komponen lain yang Anda curigai bermasalah. (OL-07)

Mediaoto/MI

Mengatasi Baret Wiper Halus di Kaca Depan

Wednesday, June 15, 2011

Home > Auto Tips > Mengatasi Baret Wiper Halus di Kaca Depan


ehow.co.uk

BAGI para pemilik mobil yang kreatif, biasanya mereka mengerjakan sendiri urusan perawatan kendaraan, mulai dari mencuci hingga ganti oli. Bahkan mereka rela mengerjakan sendiri upaya untuk menghilangkan jamur di kaca kendaraan kesayangannya.

Untuk kendaraan yng tergolong masih baru, upaya menghilangkan jamur di kaca umumnya lancar-lancar saja. Namun bagi kendaraan yang tergolong tua, kadang timbul masalah lain setelah jamur berhasil dilenyapkan. Biasanya masalah itu berupa semakin jelasnya baret bekas sapuan wiper.

Baret-baret bekas sapuan wiper ini semakin terasa mengganggu saat kita berkendara di malam hari ketika berpapasan dengan kendaraan lain. Sinar lampu mobil lawan akan membuat silau pandangan akibat cahaya tersebut membias membentuk pola tertentu di kaca depan.

Untuk menghilangkan efek ini secara permanen memang sulit. Membawa ke bengkel kaca untuk menghilangkan baret tersebut juga berisiko mengikis lapisan luar. Bahkan jika ditangani oleh personil yang minim pengalaman, akan mengundang risiko pecahnya kaca depan. Sementara untuk mengganti kaca juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Sebenarnya masalah ini bisa diatasi sementara dengan cara yang cukup sederhana, yaitu dengan memanfaatkan wax untuk poles cat mobil. Pengaplikasiannya pun tidak memerlukan peralatan dan perlakuan khusus.

Pertama, siapkan dulu pasta pemoles cat, bahan kain halus seperti kaus katun, spons dan sikat sepatu halus. Cucilah mobil kemudian keringkan dengan lap chamois hingga seluruhnya kering. Jangan lupa, mengerjakannya di ruang yang tidak terkena sinar matahari untuk mencegah timbulnya flek-flek baru di bodi dan kaca.

Oleskan pasta pemoles cat secukupnya pada permukaan spons kemudian oleskan secara merata pada permukaan kaca depan yang baret. Aplikasikan keseluruh permukaan hingga merata. Setelah itu gunakan kain lembut untuk membersihkan pasta tersebut dengan gerakan memutar hingga tersapu bersih.

Setelah tidak ada lagi sisa-sisa wax di kaca, giliran sikat sepatu mengambil peran untuk membersihkan sisa-sisa wax di celah-celah yang tidak terjangkau oleh kain tadi. Gunakan kembali kain halus untuk membersihkan sisa-sisa terakhir yang masih tertinggal.

Jangan lupa, jika karet wiper kaca kendaraan telah kehilangan kelenturannya, sebaiknya ganti dengan yang baru. Selamat mencoba. (OL-07)

Mediaoto/MI

Tips Hemat BBM Ala GM

Home > Auto Tips > Tips Hemat BBM Ala GM



General Motors

BAGI Anda yang banyak berkendara atau memiliki mobil yang boros, kenaikan harga bahan bakar mungkin akan menjadi masalah besar. Tetapi tidak seharusnya seperti itu. Kita bisa menerapkan kiat-kiat untuk mengurangi pengeluaran dengan cara mengemudi yang lebih cerdas dan bijak.

Jadi, sebelum anda ikut-ikutan ke showroom untuk mengganti mobil yang lebih kecil dan lebih hemat yang sekarang menjadi tren yang ujung-ujungnya juga harus mengeluarkan biaya dan bahkan akan memicu naiknya harga mobil-mobil seperti itu, sebaiknya pertimbangkan dulu tips yang dipersembahkan oleh General Motors ini.

Jadikan gaya mengemudi Anda halus, Berakselerasi dengan halus dan mengerem dengan halus. Dengan hanya menghaluskan cara mengemudi Anda sambil melihat jauh ke depan, maka Anda dapat menghemat bahan bakar hingga 10% atau lebih di setiap jalan dan rute yang Anda lalui sehari-hari.

Turunkan kecepatan jelajah kendaraan Anda. Sebagian besar kendaraan memiliki konsumsi bahan bakar yang irit pada kecepatan konstan di kisaran 80-90 km/jam. Penambahan kecepatan 8 k/jam di atas kecepatan 90 km/jam akan menurunkan efisiensi bahan bakar secara signifikan.

Gunakan penyejuk kabin (AC) secara bijak. Menghidupkan AC mungkin dapat menghemat bahan bakar, namun ia akan membuat boros saat menggunakannya di waktu yang kurang tepat. Mematikan AC dan membuka jendela di cuaca panas dapat menghemat bahan bakar saat berada di perkotaan.

Namun jika meluncur melebihi kecepatan 64 km/jam maka lebih banyak energi yang dibutuhkan untuk melawan hambatan angin (akibat jendela terbuka) dibanding energi untuk menggerakkan kompresor AC. Pada kecepatan tinggi di cuaca yang panas, menghidupkan AC merupakan pilihan yang cerdas dibanding membuka jendela lebar-lebar dan mematikan AC.

Rawatlah kendaraan secara rutin. Pelumas mesin mempengaruhi sekali konsumsi bahan bakar. Passikan Anda menggantinya secara teratur dan pastikan pula mekanik Anda menggantinya dengan spesifikasi yang benar dan sesuai dengan kebutuhan mesin mobil Anda.

Periksa tekanan angin ban. Biasakan memeriksa ban secara visual sebelum Anda menjalankan kendaraan. Tetapi setidaknya sebulan sekali Anda memeriksa tekanan ban secara akurat dan pastikan tekanannya sesuai dengan anjuran pabrik.

Hindari bepergian saat kepadatan lalu lintas tengah dalam puncaknya. Stop 'n go, stasioner dan merayap di kemacetan akan membuat pengeluaran Anda kian membengkak. (OL-07)

Mediaoto/MI

Rawat Lebih Teliti kala Musim Hujan

Thursday, March 24, 2011

Home > Auto Tips > Rawat Lebih Teliti kala Musim Hujan



ANTARA/R. Rekotomo

MUSIM hujan telah tiba. Derasnya guyuran air hujan tidak hanya berdampak pada kesehatan manusia. Alat transportasi sepeda motor pun rawan terkena imbasnya. Sejumlah komponen yang menyangkut keselamatan (safety part) pada sepeda motor, seperti kampas rem depan-belakang dan gir depan-belakang menjadi komponen yang rentan mengalami kerusakan.

Muhammad Haris, Chief Mechanic Suzuki World Jalan Panjang, Jakarta Barat, memberikan sejumlah kiat dalam merawat motor Anda saat musim hujan.

--- Rembesan air hujan yang masuk ke peranti keselamatan menyebabkan pengereman tidak lagi pakem atau motor nyelonong saat pedal rem ditarik (ditekan). Kondisi tersebut jelas membahayakan baik bagi pengendara sepeda motor maupun pengguna jalan raya lainnya.
Debu atau air sudah mulai merembes tentunya harus segera dibersihkan. Cara sederhana untuk membersihkan kampas dari endapan uap air, cukup dengan menggunakan angin kompresor.

--- Selain komponen pengereman, kondisi rantai juga harus diperhatikan. Agar rantai tidak berkarat karena air hujan yang menempel, rantai harus disikat menggunakan air bersih lalu disemprot pelumas rantai (chain lube). Haris juga mengingatkan agar pengendara melihat kondisi gir (sproket) depan. Sproket bisa cepat berkarat karena kondisi tertutup, bersihkan pakai sikat, dan semprot menggunakan cairan peluruh karat (penetrating oil).

--- Tak kalah penting pula mencermati komponen yang bakal bermasalah dalam jangka waktu lama, yang jika dibiarkan bisa merembet ke bagian lain. Seperti filter udara. Meski terlindungi, embun air dari hujan bisa menyusup ke celah boks filter yang rapat. Efeknya bisa merembet ke karburator.
Jangan lupa juga karburator yang harus diperiksa dari mulai skep (kabel) hingga pipa semprot (nosel). Lubang nosel pun mesti diintip. Siapa tahu ada endapan kotoran akibat filter yang dibiarkan lama terkena uap air.

--- Kondisi kepala busi, busi, dan koil juga harus diteliti. Khusus pada bagian kepala busi, bersihkan dengan lap kering. Jangan sampai masih ada air walaupun hanya sedikit karena jika busi basah tentu motor sulit untuk distarter dan hidup.

--- Untuk melindungi cat motor Anda, gunakan sampo khusus. Jangan gunakan sabun rumah tangga dengan kadar deterjen biasa. Selain tak efektif, campuran kimia deterjen bisa bereaksi dengan kandungan zat kimia pada bahan dasar cat. Sabun biasa juga mengurangi zat pelindung cat dan merusak lapisan permukaannya. Hanya sampo pencuci motor dan mobil yang mampu mengangkat kotoran, tanpa menghilangkan wax atau lapisan lilin pelindung cat.

Setiap pengendara motor tentu ingin tunggangannya terawat dengan baik. Bagi mereka yang menggunakan motor sebagai kendaraan operasional, tentu berharap kendaraannya akan berumur panjang. Jadi, para bikers merawat kondisi mesin dan atribut motor adalah hal yang wajib agar motor dalam kondisi prima, termasuk di musim hujan. (Tsr/OL-02)

sumber : mediaoto/MI

Rawat Kaca Film Seperti Kulit Badan Sendiri

Home > Auto Tips > Rawat Kaca Film Seperti Kulit Badan Sendiri



suaramerdeka.com

NAIKNYA suhu bumi akibat perubahan iklim memang tidak bisa dihindari. Para ilmuwan pun berteori terik panas matahari bisa memicu kanker kulit lantaran lapisan ozon bumi telah 'bolong.'

Para pengemudi mobil adalah kelompok yang paling sering terpapar sinar matahari yang memuat sinar ultra violet. Menakutkan memang jika terkena kanker kulit, tapi kini sudah ada cara untuk menekan paparan sinar matahari ke dalam mobil, yaitu penggunaan kaca film.

Oleh karena itu, merawat kaca film di mobil Anda menjadi satu tuntutan tersendiri. Ibarat kulit kita, jika tidak terawat justru akan merugikan diri sendiri.

Untuk merawat kaca film mobil anda bukanlah perkara sulit. Technical Director dari produk Johnson Fredrick Joseph Zwiling yang berasal dari Amerika memberikan tips pemasangan dan perawatan kaca film.

"Saya merekomendasikan bagi Anda untuk menggunakan campuran air dan sampo bayi untuk membersihkan kaca karena sampo bayi hanya menghasilkan sedikit busa dan menggunakan bedak bayi sebagai lapisan sebelum kaca film dipasang," kata Zwiling,

Satu lagi yang penting diperhatikan dalam pemasangan kaca film, lanjut Zwiling, pada saat Anda melakukan pemasangan kaca film ini diusahakan agar tidak terkena sinar matahari secara langsung atau dilakukan di dalam ruangan agar proses pemanasan kaca film tidak tergganggu.

Untuk perawatan harian, Zwiling menyarankan cukup mengelap dengan kain katon dan hindari penggunaan cairan pembersih, karena akan mengelupas lapisan pelindung sinar UV. (OL-2)

sumber : mediaoto/MI

Kenali Karet Hitam Mobil agar Selamat di Jalan

Home > Auto Tips > Kenali Karet Hitam Mobil agar Selamat di Jalan

CARA untuk dapat mengenali kondisi ban begitu mudah. Kenali ban kendaraan anda dengan melihat petunjuk TWI (Thread Wear Indocator). Jadikan angka ukuran pada TWI sebagai patokan.



Sesudahnya, coba Anda ukur dengan penggaris ketebalan alur ban dari dasar alur. Jika kurang dari 2 mm sebaiknya Anda segera ganti ban Anda dengan yang baru.

Tips diatas, tentunya bermanfaat bagi Anda. Namun tentu ada diantara Anda yang kurang begitu memahami karakteristik ban yang di jual di pasaran. Amat mudah untuk mengenali jenis ban yang Anda gunakan. Coba Anda perhatikan sisi ban.

Pada setiap jenis ban akan tertulis sejumlah angkat atau huruf yang sebenarnya telah menjelaskan secara mendetil karakteristik ban. Misalnya, pada sebuah ban tertulis 195/65R15 92H.

Apa yang tertera di samping ban dapat dikategorikan sebagai berikut :

1. Angka 195 merupakan petunjuk lebar penampang ban. Semakin besar ukuran penampang ban, semakin besar pula telapak ban.

2. Angka 65 R merupakan petunjuk mengenai ketinggian ban diukur mulai dari pelek hingga penampang ban yang menempel pada jalan. Semakin besar angkanya maka semakin tebal pula dinding ban jika dilihat dari samping luar (jika diukur dari pelek).

3. Angka 92 H menunjukkan kecepatan minimum dan juga maksimum ban. Semakin besar tingkatakn angka yang ditunjukan maka semakin besar pula kekuatan ban terhadap kecepatan tertentu.

Untuk angka terakhir yang disebutkan ada sedikit penjelasannya. Dalam dunia ban, pihak produsen biasa mencantumkan kode standarisasi kecepatan ban. Ada beberapa klasifikasi kecepatan yang dicantumkan pada setiap jenis ban, klasifikasi tersebut adalah :

1. TR Ban jenis ini mampu digunakan untuk kecepatan kendaraan sekitar 100 Km/jam.

2. HR Ban jenis ini mampu digunakan untuk kendaraan yang melaju dengan kecepatan 210 Km/jam.

3. VR Ban jenis ini dapat digunakan pada kendaraan yang mampu melaju pada kecepatan 260 km/jam

4. ZR kode tersebut menunjukkan bahwa ban jenis ini mampu digunakan pada kendaraan yang mampu melaju pada keceparan 340 km/jam.

Mana kode ban yang kiranya sesuai dengan jenis kendaraan yang Anda miliki, silahkan Anda sesuaikan. Hanya saja, Anda perhatikan pula perawatan ban yang Anda gunakan seperti apa yang dituliskan diatas.

Sebab salah-salah ban yang Anda gunakan justru menjadi bumerang dan berakibat kurang baik.Sebagai infomasi tambahan, bagi Anda yang suka bepergian tak ada salahnya jika ban diberi sedikit cairan penambal.

Dengan cairan tersebut, maka dijamin ban akan semakin. Sebab fungsi cairan penambal tersebut yakni merekatkan kembali bagian ban yang tertusuk benda tajam. Bahkan ada sejumlah bengkel mengatakan bahwa untuk jenis paku dengan panjang 10 mm yang menusuk pada ban dapat tertahan.

Oh ya, jika Anda merasa takut cairan tersebut akan merusak bagian dalam ban, Anda tak perlu khawatir justru cairan tersebut melindungi bagian dalam ban sekaligus melindugi pelek Anda dari goresan. (hematbensin.com/OL-2)

sumber : mediaoto/MI

When is the Best Time to Buy New Tires? | Auto Tips

Sunday, February 13, 2011

Replacing tires may happen at anytime since tire treads wear down over time. It has to be done immediately since tire deals with your safety on the road. Buying new tires may need a huge expense and most vehicle owners delay for such a long time to get brand new ones. It is not a secure thing to do; however, it can make a big difference between life and death.
Wear down tire treads cause the vehicle to shake. It also can cause severe damage to the wheels, the chassis, and the balance of the car. This is one of a good reason for you to replace tires.  Another good reason to find new tires is when your mechanic says it is time to change your tire then get new ones. You need also to make sure you check the tires reports before decided to purchase ones. The purchase can be done at the dealership or any car maintenance shop in your town.
To save your expenses, it is best to find tire sales which usually happen at the end of the year. Many car shops and dealerships are willing to lower the tires’ price in order to clean up their. However, this can only be done when you are sure it will not cause you any risk.

How to Replacing Tires? Find 5 Simply Steps | Auto Tips

Tire treads are functioned as means to divert water beneath the tire in order to improve the grip and evade wet roads’ hydroplaning. So, the tires become unsafe when they are worn. How do we know when your tires need to be replaced? Here is how.
1. Look at the tread pattern. Look at the tread pattern and you’ll see the beginnings of these bars start to form between the treads, or running across the tires. When the tires wear, small bridges that form between tire treads these bars will flush either level or flattened with the tire’s tread.
2. Check the tread by using a penny. Place it upside down with Lincoln facing you at the tire’s thickest part. When you can see Lincoln’s head top you need to replace the tires right away. It also applies when Lincoln’s hair on the top of his head is partially visible.
3. Use a tread depth indicator or gauge to measure your tires’ tread. You can purchase from an auto parts dealer.
4. Alternatively, it might be easier to pop in to your regular tire place and ask them to check it for you; likely they’ll do this for free if you’re regular customer.
5. Replacement should be done at least every 6 years. You need to check the owner’s manual for specific tire recommendations related to your car.

Regular Car Maintenance Plan | Auto Tips

Regular maintenance on your alternative fuel vehicles will prolong the lifespan of your vehicle and the maintenance cost. In the previous articles we have discusses about the lists of the things you need to do in maintaining your alternative fuel vehicle from every 300 miles to 15.000 miles or weekly to 6 months. Here are the next lists to do in the next time and mileage intervals.
Every 30,000 miles or 30 months you need to drain, flush and refill cooling system, and manual transmission oil, if equipped. You also need to drain and refill automatic transmission fluid and change filter (normal conditions) and it is also necessary to drain and refill differential oil. The next thing to do is to replace fuel filter and air filter element if you operate your vehicle in normal conditions). Do not forget to clean and repack the wheel bearings as well as check and service the emissions system component.
Operating vehicles in severe condition like often having short trips, driving in harsh dusty or particularly humid conditions, requires enhanced maintenance intervals. What are you supposed to do then? In every 3,000 miles or 3 months you need to change engine oil and filter. In every 15,000 miles air filter element needs to be changed. It is also necessary to drain and replace automatic transmission fluid and change the filter
 

Popular Posts